Beranda » Anak Muda » Rokok dan Hak Perokok Aktif

Rokok dan Hak Perokok Aktif

Rokok dan Hak Perokok Aktif

Rokok dan Hak Perokok Aktif

Rokok nampaknya selalu menjadi berita yang hangat, apalagi jika menyinggung gender dan media. Ada banyak bahaya dari perokok aktif, yang nampaknya dianggap sepele.

Akhir-akhir ini, tulisan mengenai rokok telah banyak diperbincangkan. Menurut saya pribadi, boleh-boleh saja kita semua mengutarakan apa yang menjadi persoalan mengenai rokok, meskipun menuai polemik dari pihak yang pro dan kontra.

Trisnawati dengan gagahnya mengulas mengenai stigma buruk wanita yang menyukai rokok, dan dia nampaknya sedang memperjuangkan apa yang dimaksud dengan kesetaraan gender. Di lain pihak, Mr. Daud yang cenderung kontra, mempertegas bahwa ada yang lebih penting dari stigma yang dimaksud.

Bukan hanya dilihat dari sisi gender saja, tetapi penekanannya pada sisi negatif perokok itu sendiri (kesehatan). Tetapi, sesuatu yang terlewatkan ialah hak orang lain yang tidak menyukai rokok, yang mana terkena dampaknya dari nikotin yang berhembus dikepulan asap rokok.

Artikel Terkait: Rokok, Budak Kapitalis, dan Stigma Wanita Perokok

Ada banyak polemik yang rumit dan kompleks yang dihadapi oleh orang yang merokok, dan tidak merokok. Dua-duanya akan saling membantah akan kesehatan dan kebiasaan yang seakan telah mendarah daging.

Rokok dan Kebutuhan

Rokok dan Hak Perokok Aktif

Bagi kami seorang perokok aktif, hidup akan terasa lebih hambar jika tidak menikmati sebatang rokok setiap harinya. Menurut saya seorang perokok, merokok setelah habis makan, atau bahkan ketika sedang mengerjakan sebuah proyek, adalah hal yang sungguh nikmat. Tentu, akan berbeda dengan mereka yang bukan perokok aktif.

Rokok juga bagi saya adalah teman untuk mencari inspirasi saat sedang mengerjakan sesuatu (seperti menulis tulisan ini). Kalau saya sedang linglung kehabisan ide, rokok membantu membangkitkan kemampuan imajiner saya dalam berpikir. Rokok juga menjadi teman healing paling sederhana (dan murah) yang cukup efektif mengobati masalah.

Etika Merokok

Nah, ini yang mesti disadari oleh para perokok aktif seperti saya. Memang saya pun jengkel dengan orang-orang yang seenaknya merokok tanpa memedulikan orang lain, merokok sambil mengendarai motor misalnya. Aktifitas ini akan sangat berbahaya dilakukan, karena akan mengancam keselamatan pengendara lain.

Kita bisa menemukan dari orang terdekat, yang hampir kecelakaan karena matanya tersambar abu rokok yang masih panas. Mengganggu penglihatan dan tentunya akan sangat berbahaya.

Kesadaran yang kurang pada para perokok di Indonesia, tapi apa perlu ada ada sosialisasi atas dampak rokok yang mana harus ditertibkan? Saya rasa, seorang perokok aktif tahu betul di mana tempat yang cocok untuk merokok, atau memang tidak mengindahkan keselamatan orang lain. Sungguh egois.

Saya pribadi, ketika saya ingin dihargai saat sedang menikmati rokok, maka saya harus menghargai kenyamanan orang yang ada di lingkungan terdekat. Bahkan, saya sendiri selalu membudidayakan pertanyaan ringkas kepada orang di samping saya, ketika ingin menikmati setangkai rokok.

Perhatikan Tempat Anda

Bagi yang belum mengetahui, pemerintah kita sudah mengatur tempat bagi perokok, di mana memang ada lokasi tanpa rokok yang harus ditaati demi kenyamanan Bersama. Melalui Undang-Undang Nomor 36 Tahun 2009 tentang kesehatan, pemerintah menegaskan bahwa pemerintah daerah wajib menetapkan kawasan tanpa rokok di daerahnya.

“Undang-Undang Nomor 36 Tahun 2009 tentang kesehatan mengamanatkan pemerintah daerah untuk mengatur penetapan kawasan tanpa rokok. Peraturan ini bertujuan untuk mencegah dan mengatasi dampak buruk dari asap rokok. Pasal 115 (2) menentukan bahwa pemerintah daerah wajib menetapkan kawasan tanpa “Smoke” di wilayahnya.”

Kini, bergantung pada kebijakan pemerintah di daerah itu sendiri bagaimana mengatur Kawasan Tanpa Rokok (KTR), apa kalian pernah melihat orang merokok di pusat perbelanjaan? Tentu saja tidak, jika ada mungkin akan segera ditegur oleh pihak keamanan.

Industri di Indonesia

Ini adalah persoalan yang paling rumit, bikin pusing tujuh keliling. Para aktivis anti-rokok gencar melakukan protes dan kampanye anti-smoke, di sisi lain pemerintah juga mengupayakan bagaimana bisa mengatur regulasi dalam memediasi persoalan ini.

Bagaimana kita memikirkan para pelaku usaha industri ini? Di sana ada pengusaha, buruh, sampai petani tembakau dan cengkeh. Banyak sekali daerah yang menjadikan tembakau dan cengkeh sebagai komoditas penting di daerahnya. Itu belum dengan buruh pabriknya.

Apa sebaiknya mereka dagang bakso saja? Kalau sebaiknya begitu, lalu pedagang bakso yang suka bawa HT juga mau kita kemanakan? Akan sangat panjang persoalan industri ini dan seolah tidak ada habisnya, bukan begitu?

Rokok vs Kesehatan

Saya sangat menyadari produk mengandung zat adiktif yang dapat memberikan efek candu, pun demikian dengan ribuan zat berbahaya yang terkandung di dalamnya. Namun, sangat sulit bisa terlepas dari produk ini, apalagi sebagai perokok aktif. Berbagai macam cara telah saya lakukan demi memutus hubungan dengan produk ini, namun sungguh berat menahan rindu kepulan asap rokok yang candu.

Baca Juga: Stigma Rokok tidak Mengenal Jenis Kelamin

Saya rasa kita semua sepakat, bahwa semua orang dapat terjangkit penyakit berbahaya, bahkan orang yang melakukan pola hidup sehat sekalipun, ya meskipun memang tujuannya untuk meminimalisir risiko. Banyak penyakit-penyakit lainnya yang juga lahir dari kebutuhan manusia, seperti polusi yang berangkat dari kendaraan dan pabrik-pabrik.

Tapi apakah sebagai bentuk anti-polusi perlu juga untuk menutup industri otomotif? Atau pabrik penghasil asap berbahaya lainnya? Saya rasa bukan solusi yang bagus, sama hal nya dengan sikap anti-rokok yang saya maksud di atas tadi.

Berbicara mengenai penyakit, maka persoalan ini bukan menjadi faktor utama. Ada banyak juga sumber penyakit dari kebiasaan tidak sehat, yang bukan hanya berasal dari bahannya. Masalah sampah masih belum bisa terselesaikan dengan baik, apalagi dengan produk ini yang konsumennya terbilang hampir menyeimbangi konsumen produk plastik. Dan ini, adalah masalah serius.

Penulis: Aldi Badaru

Editor: Hudalil Mustakim

 

Related Post

One Reply to “Rokok dan Hak Perokok Aktif”

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *