Beranda » Gorontalo » “Karlota” Basis Informasi Paling Efektif

“Karlota” Basis Informasi Paling Efektif

Artikel ini berisi ulasan tentang karlota a.k.a gosip yang cukup merajalela di Gorontalo.


Apakah kamu pernah bertukar informasi? Tentunya pernah yah.

Informasi sudah menjadi sajian yang sangat dibutuhkan oleh manusia, dan untuk menemukan hal-hal yang baru kita harus giat dalam mencari informasi tentunya. Tanpa informasi saya merasa dunia ini akan sangat sepi. Coba bayangkan saat kita duduk bersama keluarga, tetangga, teman, atau bahkan pasangan. Kita tidak membahas apapun dan tidak bertukar informasi apapun, tentunya hal itu akan sangat membosankan.

Sebelum kita membahas jauh lebih dalam, saya akan menginformasikan pada teman-teman apa itu Karlota

Istilah karlota berasal dari nama Charlotta, salah satu pemain film “Maria Cinta yang Hilang”.

Charlotta adalah seorang pembantu rumah tangga di film tersebut. Karakternya suka bergosip, menguping pembicaraan orang, hingga menjadi tukang ‘kompor’ yang pada akhirnya hubungan orang bisa sampai retak.

Di Gorontalo, Karlota menjadi bagian dari suku kata yang tidak resmi dalam bahasa lokal. Karlota biasa diartikan sebuah aktifitas yang suka melakukan gosip atau karakter orang yang suka gosip.

Biasanya, dari aktifitas karlota akan banyak data dan informasi yang tak pernah muncul di media yang mainstream. Karlota bisa disebut sebagai media anti mainstream. Walaupun informasi dan data dari aktifitas karlota perlu untuk diverifikasi.

Nah, karlota sendiri saya rasa akan menjadi instrumen dalam pencarian data dan informasi yang tepat apabila dikelola secara posistif. Tentu saja dengan cara memberikan edukasi terhadap masyarakat luas untuk mengelola informasi dengan baik sebelum disampaikan pada orang lain. Belum lagi didukung dengan sumber daya manusia yang memiliki keingintahuan yang besar.

Kenapa sikap karlota ini harus dikelola dengan cara-cara yang baik? Karena beredarnya informasi yang tidak valid tentunya akan memberikan efek yang negatif dan akan berujung pada fitnah, penuduhan, hoax, dan lain sejenisnya.

Pada dasarnya karlota mungkin saja akan menjadi modal yang sangat bagus, terutama dalam pengawasan kinerja pemerintah. Aktifitas sosial ini bisa saja dapat digunakan menjadi media untuk mengakses informasi secara terperinci, melalui pengembangan sikap kepo yang sangat berlebihan itu.

Belum lagi kekuatan utama dari karlota yaitu ditunjang dengan kecepatan peredaran informasi dari mulut ke mulut, pertalian ini mampu memberikan efektifitas terhadap penyebarluasan informasi secara masal.

Saya pribadi akan terus mendukung aktifitas sosial masyarakat untuk tetap karlota, apabila merujuk pada hal-hal yang lebih positif. Bisa saja kita merubah persepsi karlota yang buruk untuk menjadi lebih positif, dengan adanya pengembangan karlota yang tidak membicarakan aib orang lain, atau menjadi tukang kompor pada saat terjadi masalah.

Jadi gimana? Mau jadi pegiat karlota yang ulung?


Kirimkan tulisanmu yang paling menarik dengan cara KLIK DI SINI

 

Related Post

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *