Beranda » Anak Muda » Mahasiswa Wajib Coba! Tips Hidup Hemat di Jakarta

Mahasiswa Wajib Coba! Tips Hidup Hemat di Jakarta

Mahasiswa Hidup Hemat di jakarta

Mahasiswa Wajib Coba! Tips Hidup Hemat di Jakarta

Sebagai Ibu Kota Negara Indonesia, Jakarta menjadi pusat perhatian dalam berbagai bidang. Pendidikan, bisnis, bahkan berbagai peluang pekerjaan yang ditawarkan. Tak heran, banyak masyarakat dari berbagai daerah datang merantau ke Jakarta. Bisa jadi karena untuk kuliah atau mencari pekerjaan. Artikel kali ini membahas tips hidup hemat di Jakarta, yang bisa diterapkan oleh mahasiswa perantau di Jakarta.

Jakarta sering dipilih sebagai tempat merantau karena peluang kesuksesan bisa didapatkan, akan tetapi yang perlu digaris bawahi ialah hidup di Jakarta tidaklah semudah membolak-balikan telapak tangan. Ancaman dari berbagai arah akan bisa saja menghampiri, termasuk ancaman biaya hidup yang tebilang tinggi. Sehingganya, dibutuhkan cara hidup hemat untuk mahasiswa perantau di Jakarta.

Tips Hidup Hemat di Jakarta

Agar bisa hidup hemat di Ibu Kota Jakarta, berikut tips yang bisa mahasiswa perantau terapkan saat hidup di Jakarta:

Tempat Tinggal Mahasiswa

Mencari tempat tinggal merupakan hal pertama yang harus disiapkan sebelum akhirnya datang merantau. Di Jakarta tersedia banyak pilihan kos-kosan, dari yang dekat jalan raya maupun jalan masuk gang, mulai dari yang ratusan ribu hingga jutaan. Harga tergantung fasilitas dan lokasi strategis. Gambaran saja untuk kos di daerah Menteng, Jakarta Pusat dengan fasilitis tempat tidur, AC, wastafel, kamar mandi di dalam, dan lemari bisa mengeluarkan biaya 2-3 juta, sedangkan di daerah Pasar Rebo, Jakarta Timur dengan fasilitas yang sama bisa mengeluarkan biaya 1 jutaan saja. Mahal? Tentu bagi anak kos.

Baca Juga: Pentingkah Organisasi Bagi Mahasiswa?

Untuk harga kos-kosan yang di bawah 1 jutaan, tentu ada yang cocok untuk para mahasiswa perantau di Jakarta. Namun, untuk lebih menghemat budget, alangkah baiknya memilih tinggal di asrama mahasiswa yang disediakan pemerintah daerah, selain harga murah—dimulai dari Rp50.000,00 per bulan—tinggal di asrama yang disediakan pemerintah dapat mengeratkan tali silaturahmi sesama perantau dan juga bisa saling bahu membahu.

Biaya Makan Mahasiswa

Kebutuhan pokok yang tak kalah pentingnya adalah makan. Makanan dapat menjadi bagian terbesar dalam mengeluarkan budget. Untuk biaya sekali makan bisa mencapai Rp15.000,00-Rp20.000,00 tergantung makannya di mana. Agar dapat menghemat, memasak sendiri di kos dapat menjadi pilihan. Sekali belanja di pasar untuk keperluan seminggu dengan budget Rp150.000,00-Rp200.000,00 lebih hemat dibanding makan di luar dengan budget Rp15.000,00-Rp20.000,00 untuk sekali makan. Keuntungan lainnya memasak sendiri adalah bisa menyesuaikan takaran bumbu sesuai selera dan kebersihan terjaga.

Transportasi

Bnayak orang berpikir bahwa, Jakarta adalah kota yang mahal transportasinya, susah untuk ke sana-sini karena harus mengeluarkan biaya yang tidak sedikit. Padahal, Ibu Kota Indonesia ini menawarkan berbagai jenis transportasi yang murah, seperti; kereta, busway, angkot atau mikrolet dengan biaya mulai dari Rp3.500,00-Rp7.500,00 tergantung jauhnya jarak yang akan ditempu. Sedangkan untuk transportasi online sedikit agak mahal.

Sebagai contohnya jika tinggal di Jakarta Selatan dan lokasi kampusnya ada di Jakarta Pusat, maka bisa menggunakan kereta api dengan biaya Rp3.500,00 untuk sekali jalan.

Keperluan Pribadi

Setiap orang pasti memiliki keperluan pribadi yang berbeda-beda, terlebih khusus cewek-cewek yang keperluannya lebih banyak untuk setiap bulan, seperti; sabun, sampo, skincare, dll. Agar bisa menghemat bisa menggunakan fasilitas promo yang disediakan di beberapa platform jual beli online atau membeli langsung ke toko-toko kecil di sekitar, selain mendapatkan harga yang cukup murah juga dapat membantu masyarakat sekitar.

Hindari Perilaku Konsumtif

Tips berhemat selanjutnya adalah hindari perilaku konsumtif. Belilah barang yang penting dan dibutuhkan bukan beli barang karena keinginan atau hanya karena ingin terlihat tak ketinggalan trend. Perilaku konsumtif termasuk juga sering nongkrong di kafe-kafe mahal yang untuk sekali makan bisa mengeluarkan budget Rp50.000,00-Rp100.000,00. Perilaku konsumtif ini dapat menjerumuskan ke dalam ancaman hidup susah di Jakarta.

Baca Juga: Opini: Menjadi Seorang Sarjana

Jakarta memang menyuguhkan banyak tempat-tempat menarik serta berbagai pusat perbelanjaan, akan tetapi perlu diingat, khususnya bagi mahasiswa perantau, memilih Jakarta sebagai tempat untuk merantau berarti sudah siap dengan risiko yang ada.

Hidup hemat itu perlu, bukan hanya untuk yang hidup di kota-kota besar dan mahasiswa saja, akan tetapi untuk seluruh umat manusia.

Bagaimana? Mudah kan hidup hemat di Jakarta?

Penulis: Virya Nisa Towalu

Editor: Sahril Humolungo

Related Post

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *