Beranda » Film & Musik » Anime Perfect Blue: Fanatisme Seorang Penggemar

Anime Perfect Blue: Fanatisme Seorang Penggemar

Sinopsis-Anime-Perfect-Blue

Sinopsis Anime Perfect Blue, Aksi Fanatisme Seorang Penggemar

Satoshi Kon menggarap film anime Perfect Blue, tema dari film ini ialah Psikology Thriller. Satoshi sendiri dikenal sebagai salah satu sutradara yang sering membuat cerita yang dianggap aneh oleh sebagian orang. Film ini juga sebagai film pertama yang digarap oleh Satoshi, Perfect Blue awalnya merupakan karya yang diadaptasi dari novel karya Yoshikazu Takeuchi (1991).

Sinopsis Anime Perfect Blue

Anime-Perfect-Blue
Mima (tengah) saat masih menjadi anggota idola CHAM

Film ini menceritakan tentang kehidupan seorang idola bernama Mima Kirigoe, dia tergabung dalam sebuah grup idola bernama CHAM! Walaupun telah debut dan memiliki beberapa lagu, grup idola ini tak kunjung menemui kesuksesan.

Pihak agensi akhirnya memutuskan mengeluarkan Mima dan menjadikannya sebagai seorang aktris, saat itu aktris dinilai lebih menjanjikan untuk menaikkan saham agensi.

Artikel Terkait: Rekomendasi 5 Film Artificial Intelligence

Saat menonton film ini, saya tercengang dan sedikit bingung, kita akan kesulitan membedakan antara realitas, imajinasi, dan ekspetasi yang sering kali membaur dan tergabung satu sama lain.

Namun, semakin film ini berjalan kita akan semakin intens menyerap setiap Twist-Twist yang tersaji secara sempurna. Ada kecurigaan terhadap beberapa tokoh yang kemudian kecurigaan itu hilang, dan beberapa adegan yang diambil lewat perspektif yang memukau.

Mari kita lanjut, setelah Mima keluar dari grup idola tersebut akhirnya dia bermain dalam sebuah film, namun dialognya masih sedikit karena Mima sendiri masih berstatus aktris yang baru. Menjadi aktris tidaklah mudah untuknya, banyak penggemar setianya yang menginginkan Mima untuk tetap menyanyi dan menari untuk mereka.

Di tahun tersebut ketika dunia internet baru mulai dikenal di Jepang, seorang penggemar membuat situs khusus untuk Mima yang isinya menceritakan kehidupan sehari-hari Mima, anehnya saat Mima membaca situs tersebut setiap cerita yang tertulis benar-benar detail.

Dimulai saat Mima yang selalu menggunakan kaki kanan terlebih dahulu sebelum turun dari kereta, karena Mima takut terkena sial jika menggunakan kaki kiri dan beberapa hal yang tertulis secara detail.

Setelah beberapa waktu, beberapa film mulai dibintanginya, film yang sangat berani karena bertema prostitusi. Manajer dari Mima terlihat tidak setuju karena Image Mima adalah seorang gadis yang manis, namun dengan berani Mima akhirnya menyetujui film tersebut. Tubuh Mima sangat terekspose dalam film tersebut, tak berhenti sang mata-mata mulai menjadi semakin agresif.

Sutradara dan penulis naskah dari film yang dibintangi Mima meninggal dengan kondisi yang mengenaskan. Kondisi psikologis Mima semakin memprihatinkan, dalam pembunuhan tersebut, seolah-olah Mima yang melakukannya, karena dalam situs internet yang menceritakan kehidupan Mima tertulis dengan jelas seolah-olah yang menulis pembunuhan tersebut adalah dia sendiri serta kantong penuh darah muncul di lemarinya.

Boleh saya katakan bahwa film ini adalah salah satu film paling ‘Gila’ dalam sejarah anime.

Siapakah engkau?” adalah kalimat yang terus ditanyakan oleh Mima kepada dirinya sendiri. Mima ingin terlihat sebagaimana dirinya yang sekarang, seorang aktris. Namun, Mima sulit mengubah persepsi dari orang di sekitarnya yang melihat Mima sebagai seorang idola ketimbang aktris.

Menurut saya, Mima memiliki Gangguan Psikologi (Psychotic Disorder), Mima mulai berhalusinasi, mendengar dan merasakan sesuatu yang sebenarnya tidak ada.

Plot Twist

perfect blue anime Satoshi
Adegan pemerkosaan saat Mima resmi menjadi aktris

Jika kalian telah menonton film ini, ingatkah kalian sesosok pria aneh yang terus mengikuti Mima? Pria aneh tersebut semakin mengikuti Mima kemana pun dia pergi dengan serangkaian peristiwa aneh.

Artikel Terkait: Sinopsis Film Hereditary, Aksi Mencekam Ari Ester

Munculnya sesosok gadis mirip Mima yang memakai pakaian Mima saat menjadi idola dulu turut membuat jalan cerita semakin rumit. Sebagai penonton, sangat sulit membedakan mana dunia khayalan dengan dunia nyata milik Mima

Obsesi berlebihan dari penggemar dan orang terdekat membuat film ini ditujukan untuk mereka yang terobsesi akan suatu hal, sekaligus menceritakan bagaimana wanita mengekspose tubuh mereka demi menaikkan popularitas dalam industri hiburan. Semua terpampang nyata seolah tidak ada yang ditutupi.

Di akhir film Mima terlihat bahagia dan mengatakan “tapi, berkat dia, aku adalah aku yang sekarang,” sembari melihat ke cermin dan mengatakan “Tidak, aku yang asli.” Mima mengatakan seolah-olah dia adalah pemenang dari semua kejadian buruk yang menimpanya. Dia berhasil menjadi dirinya sendiri, seorang aktris.

Penulis: Hudalil Mustakim

Related Post

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *